Monday, September 17, 2012

Hamil...??? Kurangi Kafein...!!!

Kopi sering disebut mampu meningkatkan kemampuan otak perempuan. Tetapi bila Anda sedang berusaha hamil, sebaiknya hindari minuman ini. Penelitian dari University of Nevada School of Medicine menunjukkan, kandungan kafein dalam kopi bisa mengacaukan kesuburan Anda. Sebab, kafein mengurangi aktivitas otot-otot pada tuba falopi, saluran telur yang membawa telur dari indung telur ke rahim.

 "Kafein menghentikan kontraksi otot-otot pada tuba falopi, sehingga telur tidak dapat dikirimkan (ke rahim)," tutur Sean Ward, pemimpin studi ini.

Jika telur tidak disalurkan ke rahim, ada dua kemungkinan yang akan terjadi. Kehamilan Anda tidak berhasil, atau Anda akan mengalami kehamilan ektopik atau yang biasa disebut hamil anggur. Hal ini terjadi ketika kehamilan terjadi di luar rahim, yaitu ketika embrio menempel dan berkembang di tuba falopi, demikian menurut Ward.

Penelitian ini memang tidak secara spesifik menyebutkan minuman yang mengandung kafein tersebut adalah kopi. Meski begitu, ada beberapa penelitian sebelumnya yang mengaitkan konsumsi kafein (khususnya kopi) dengan kesuburan. Sebuah studi yang diterbitkan di American Journal of Epidemiology tahun 1993 menunjukkan bahwa mengonsumsi sedikitnya tiga cangkir kopi sehari bisa menurunkan peluang kehamilan hingga 27 persen.

Kafein, demikian disebutkan dalam penelitian University of Nevada, memengaruhi orang dengan cara yang berbeda. Oleh karena itu, pengaruhnya pada kesuburan kaum perempuan juga berbeda, ujar Ward.

"Hal ini tergantung orang yang bersangkutan. Berapa lama kafein itu memengaruhi Anda, dan kemudian bagaimana efek ke hilirnya," kata Ward. Artinya, bagaimana proses fisik terpengaruh akibat adanya kafein di dalam tubuh.

SEHAT; KOPI vs TEH..?

Kopi dan teh sama-sama minuman yang sudah dikenal sejak berabad silam. Keduanya memiliki penggemar fanatiknya sendiri. Tetapi jika dibandingkan mana yang paling menyehatkan, kopi atau teh, jawabannya cukup sulit .
Sebagian besar memang kopi lebih menyehatkan tubuh. Kopi bukan hanya merangsang aliran darah ke otak dan mengurangi mood negatif, bukti ilmiah juga menyebutkan kebiasaan minum kopi bisa mengurangi risiko penyakit Parkinson. 

Zat-zat yang terkandung di dalam kopi juga mengandung antioksidan kuat yang akan melawan radikal bebas dalam tubuh dan memperbaiki sel-sel yang rusak akibat ulah si radikal bebas. Seperti diketahui zat oksidatif dalam radikal bebas juga dikaitkan dengan terjadinya penyakit diabetes, artritis dan kanker. 

Kopi terutama kaya akan antioksidan flavonoid. Komponen tersebut memiliki efek perlindungan terhadap penyakit kardiovaskular dengan cara mengurangi oksidasi kolesterol jahat (LDL). Dengan kata lain kopi akan membantu kita mengurangi risiko penyakit stroke dan serangan jantung.

Pada takaran yang normal kopi juga aman untuk ibu hamil. Sejauh ini belum terbukti kopi meningkatkan risiko keguguran atau pun risiko cacat bawaan pada bayi.
Meski kopi bisa meningkatkan aktivitas perut dan seringkali menyebabkan perut terasa tidak nyaman, tetapi di lain pihak kopi menguntungkan kesehatan saluran cerna. Kopi diketahui mengurangi kanker kolon dan kolorektal.

Bagaimana dengan teh? Kebanyakan orang mengonsumsi teh hitam, padahal teh hijau merupakan teh yang belum difermentasi dan bisa dikatakan adalah minuman paling sehat. Kandungan antioksidan polifenol dalam teh akan berkurang banyak ketika teh difermentasi.
Kesimpulannya, jika bicara tentang kopi dan teh hitam, maka kopi adalah pilihan yang sehat. Jika Anda penyuka teh hijau, maka minuman ini adalah pilihan yang jauh lebih sehat.Namun semua intinya tergantung pada pilihan dan selera anda menuju Sehat.

5 Tanda Terlalu Banyak mengkonsumsi Kopi (Kafein)

Konsumsi kafein dalam jumlah normal bersifat menguntungkan karena dapat mencegah kantuk, menaikkan daya tangkap pancaindera, mempercepat daya pikir, serta mengurangi rasa bosan. Meskipun kopi memang bisa mencegah kantuk, mengonsumsinya secara berlebihan juga tidak baik. Terlalu banyak kafein bisa memengaruhi secara negatif mood, energi, bahkan kesehatan Anda.

Meskipun Anda bukan seorang penggemar kopi, Anda juga bisa mendapatkan kafein dari sumber-sumber yang tidak terdeteksi. Lalu bagaimana bisa tahu bahwa kafein yang Anda konsumsi sudah termasuk berlebihan?

1. Ngantuk sepanjang hari bila tidak minum kopi
Setiap hari Anda harus mengandalkan kopi agar bisa bertahan sampai sore tanpa mengantuk. Pada sebagian orang, yang dibutuhkan mungkin kafein dalam bentuk lain, minuman kola misalnya. Menurut David J Clayton, MD, penulis buku The Healthy Guide to Unhealthy Living, kadar kafein dalam sekaleng minuman kola bisa sama banyaknya dengan secangkir espresso. Selain dapat memicu penurunan energi, kandungan asam pada minuman bersoda bisa merusak enamel gigi jika diminum setiap hari. Batasi minuman soda hingga sekaleng saja sehari, lalu gosoklah gigi untuk membantu mengurangi efek erosi pada enamel gigi.

2. Urine berwarna oranye
Warna kuning gelap atau oranye pada urine merupakan tanda dehidrasi. "Kopi bersifat diuretik yang bisa menyebabkan dehidrasi karena peningkatan jumlah urine, mengakibatkan Anda kehilangan banyak cairan tubuh,” kata Amy Gross, MPH, RD, CDN, pakar diet klinis di New York Presbyterian Hospital. Namun, sebenarnya Anda tidak akan mengalami dehidrasi hanya dengan mengonsumsi kafein. Baru ketika jumlahnya mencapai 500 mg, Anda akan terkena dehidrasi.

3. Anda tidak bisa tidur
"Kafein membutuhkan sekitar 45 menit hingga satu jam untuk diserap dan bertahan lama. Artinya, ia bisa tetap ada di tubuh selama beberapa jam dan akhirnya memengaruhi siklus tidur Anda," ujar Molly Morgan, RD, pemilik Creative Nutrition Solutions di Vestal, New York, dan penulis buku The Skinny Rules.
Jika Anda butuh waktu lebih dari 30 menit untuk terlelap pada malam hari, coba hindari mengonsumsi kafein setelah pukul 12.00 untuk melihat apakah hal itu lebih mudah membuat Anda tertidur. Bila benar, hindari juga sumber kafein lainnya, termasuk teh hijau dan kopi decaf. Kopi decaf masih menyimpan sekitar sepertiga jumlah kafein, lho!

4. Anda merasa gelisah
Pengaruh kafein pada sebagian orang memang berbeda-beda. Ada yang telapak tangannya berkeringat, jantung berdebar, sulit tidur, dan gelisah. Kafein bisa memperburuk stres dan depresi karena mengacaukan senyawa kimia di otak yang disebut adenosine. Selain itu, kafein juga bertindak sebagai stimulan yang memicu kelenjar adrenal untuk melepaskan lebih banyak hormon stres seperti adrenalin yang dapat meningkatkan detak jantung dan membuat Anda makin gelisah.

5. Merasa panas dan mulas
Anda tahu ketika isi perut rasanya naik kembali ke kerongkongan? Hal ini terjadi ketika otot pada bagian akhir esofagus membuat makanan dan asam lambung naik sehingga ada rasa terbakar di bawah dada. Bila hal ini terjadi pada Anda, kemungkinan penyebabnya adalah kelebihan kafein. Kafein melepaskan otot di bagian akhir esofagus tersebut yang membuat asam lambung naik. Coba hentikan dulu minum kopi untuk melihat apakah rasa tak nyaman tersebut mereda.

Sudah saatnya kita tidak mengonsumsi Kafein secara berlebihan.....

Sunday, September 16, 2012

Manfaat Sehat Berkeringat Bagi Tubuh

Meski keringat sering dikaitkan dengan sesuatu yang jorok, namun sebenarnya berkeringat itu menyehatkan. Apalagi keringat sendiri pada dasarnya tidak berbau. Ia akan menjadi masalah jika sudah bercampur dengan bakteri yang menumpuk di kulit ketiak. Simak 7 manfaat sehat dari keringat berikut ini.

1. Mendinginkan tubuh
Berkeringat merupakan mekanisme alami tubuh untuk mengatur temperatur yang meningkat saat kita beraktivitas atau kepanasan. "Keringat yang keluar akan membantu tubuh menyingkirkan panas sehingga kita tidak akan kepanasan," kata Adam Friedman, dermatologi dan ahli bedah kosmetik dari Montefiore Medical Center, AS.

Karena pentingnya fungsi keringat, maka jika kita tidak bisa berkeringat akan membahayakan nyawa. "Ada kondisi yang disebut ectodermal dysplasia yang membuat seseorang tidak bisa berkeringat," kata Joel Schlessinger, ahli dermatologi.

Orang yang menderita kondisi ectodermal dysplasia dilarang berolahraga karena mereka akan kepanasan yang bisa berdampak buruk bagi jantung dan fungsi tubuh lainnya. Jadi, bersyukurlah bisa berkeringat.

2. Mencerahkan wajah
Peluh yang bercucuran di wajah bukan cuma mendinginkan tubuh tapi juga berefek pada kebersihan kulit wajah. Menurut Schlessinger, keringat di wajah akan mengurangi kotoran yang menyumbat pori-pori. Hal ini juga akan mencegah jerawat.

Anda juga bisa melakukan "olahraga palsu" untuk memicu keringat dengan cara memanaskan wajah. Caranya, dekatkan wajah ke uap air panas selama tiga menit. "Menguapkan wajah merupakan salah satu cara membersihkan kulit wajah. Setelahnya jangan lupa membersihkan wajah karena keringat yang tidak dihapus bisa menyebabkan pori tersumbat lagi," katanya.

3. Menyehatkan sirkulasi
Ketika kita berkeringat, detak jantung akan menjadi cepat dan sirkulasi meningkat, terutama di sekitar kulit. "Dasar kelenjar keringat terletak di lapisan bawah kulit yang lokasinya sangat dekat dengan pembuluh darah kecil," kata Kara Rogers, editor biomedical Encylopaedia Britannica.

Ia menambahkan, ketika kelenjar keringat melebar, aliran darah ke kulit akan meningkat sehingga memacu sistem sirkulasi.

4. Melawan infeksi
Berkeringat ternyata sangat efektif melawan bakteri Staphylococcus aureus yang resisten pada antibiotik. Selain itu berkeringat juga akan akan mengurangi bakteri dan jamur berbahaya di kulit.

Menurut Friedman, dalam cairan keringat terkandung nitrit, yang akan diubah menjadi asam nitrit saat mencapai permukaan kulit, gas yang mengandung antibakteri dan antijamur. "Keringat juga mengandung antibiotik alami yang disebut Dermicidin yang bisa membunuh bakteri," katanya.

5. Membuang racun
Penelitian menunjukkan keringat mengandung berbagai komponen, termasuk metal beracun dalam jumlah kecil. Karena itu berkeringat sering disebut juga sebagai detoksikan. Dengan jumlah kelenjar keringat sampai 5 juta di kulit manusia, tak heran jika berkeringat merupakan mekanisme pembuangan racun dari tubuh.

"Toksin yang dibuang lewat keringat biasanya adalah toksin yang berada jauh di bawah kulit. Mereka keluar melalui pori bersama dengan debu dan minyak yang terperangkap. Proses pembersihan ini akan meningkatkan sistem imun dan membantu tubuh melawan flu," kata Rogers.

6. Menyembuhkan

Tahukah Anda mengapa kita berkeringat saat sedang demam? Berkeringat merupakan cara tubuh untuk membangunkan sistem imun agar melawan patogen yang membuat kita sakit. "Pengeluaran keringat merupakan cara tubuh menyembuhkan dirinya sendiri," kata Christian Nix, ahli pengobatan tradisional Cina.

Mekanisme yang sama terjadi saat kita berolahraga atau berada di tempat panas. Selain merangsang metabolisme untuk menjaga berat badan, karena tubuh akan membakar kalori lebih banyak tapi juga hal ini akan merangsang sistem imun.

7. Mengurangi asma
Jika keringat yang keluar dari tubuh Anda setelah berolahraga sangat banyak, maka risiko Anda menderita asma lebih rendah. Demikian kesimpulan penelitian yang dilakukan tim dari University of Michigan.

Meski belum jelas benar kaitan antara keringat dan asma, namun para peneliti mengungkapkan pengaturan keringat di dalam tubuh juga terkait dengan pengaturan jumlah air yang dikeluarkan melalui saluran napas. Dengan kata lain, orang yang jarang berkeringat pada umumnya memiliki saluran napas lebih kering sehingga lebih rentan menderita asma.

Beberapa Faktor Penyebab Serangan Jantung

Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa pola hidup seseorang sangat berperan dalam meningkatkan risiko terkena serangan jantung, seperti tekanan darah yang tinggi, kadar kolesterol yang tinggi, kebiasaan merokok, dan juga jarang berolahraga. Sedangkan faktor risiko lainnya dapat berupa gangguan diabetes, kegemukan, riwayat keluarga yang terkena penyakit jantung koroner (PJK), stres, usia, dan jenis kelamin.

Pengendalian terhadap faktor-faktor risiko tersebut akan membantu seseorang terhindar dari aterosklerosis dan juga serangan jantung.

1.Tekanan darah tinggi

Menurut WHO, tekanan darah normal pada orang dewasa adalah maksimum 140/90 mmHg. Apabila tekanan darah seseorang di atas nilai tersebut pada beberapa kali pengukuran di waktu yang berbeda, maka orang tersebut dapat dikatakan menderita hipertensi. Penderita hipertensi memiliki risiko yang lebih besar untuk terkena serangan jantung dan stroke.

2.Kadar kolesterol yang tinggi?

Kolesterol yang tinggi dalam darah akan mempercepat terjadinya aterosklerosis. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kadar kolesterol yang tinggi merupakan salah satu kondisi yang menyebabkan terjadinya PJK. Perlu diketahui, kadar kolesterol yang baik bagi orang dewasa adalah tidak lebih dari 200 mg/dl. Mereka yang memiliki kadar kolesterol 240 mg/dl memiliki risiko dua kali lipat untuk terkena PJK dibandingkan mereka yang kolesterolnya di bawah 200 mg/dl.

Makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi seperti sea food, kuning telur, susu jenuh, dan es krim ternyata dapat meningkatkan kolesterol dalam darah. Sedangkan minyak ikan, minyak jagung, dan minyak bunga matahari merupakan bahan makanan yang baik untuk kolesterol karena mampu meningkatkan kolesterol ?baik? (HDL) dalam darah. Jenis lemak lainnya dalam darah yaitu trigliserida. Kadar trigliserida yang baik adalah kurang dari 200 mg/dl. Trigliserida berasal dari lemak jenuh hewani dan nabati seperti kacang-kacangan, santan, coklat, nasi, roti, dan gula.

3.Kebiasaan Merokok
Mereka yang mempunyai kebiasaan merokok sangat berisiko untuk terkena PJK karena:

* Merokok dapat mempercepat terjadinya aterosklerosis melalui iritasi pada dinding pembuluh darah sehingga memudahkan terjadinya endapan kolesterol

* Menurunkan kadar kolesterol "baik" (HDL)

* Mempermudah terjadinya pembekuan darah yang dapat menyumbat pembuluh darah dan mengakibatkan serangan jantung.

4.Jarang berolahraga
Penelitian memperlihatkan bahwa olahraga (seperti aerobik) yang teratur dapat mengurangi risiko terkena serangan jantung, meningkatkan kemungkinan hidup apabila terkena serangan jantung, dan mengurangi risiko kematian yang mendadak.

Ngorok,Indikasikan Stroke dan Jantung

Mendengkur memang merupakan masalah baru bagi kita yang sangat dapat mengganggu aktivitas tidur kita.
Bila Anda termasuk orang yang sering tidur dengan suara dengkuran atau ngorok sebaiknya waspada. Bukan tidak mungkin, kebiasaan itu menjadi pertanda bahwa Anda berisiko tinggi mengidap jantung dan stroke.

Mendengkur atau mengeluarkan suara getar saat tidur lelap memang sejak lama dicurigai para ahli berkaitan dengan gangguan kesehatan. Kini, indikasi tersebut diperkuat oleh hasil sebuah riset di Hongaria yang mengaitkan kebiasaan mendengkur dengan penyakit jantung dan stroke

Riet yang melibatkan lebih dari 12 ribu pasien dan dipublikasikan dalam Journal Sleep itu menyimpulkan bahwa pendengkur berat memiliki kecenderungan yang signifikan mengalami serangan jantung atau stroke dibanding mereka yang tak mendengkur.

Temuan ini menurut peneliti semakin memperkuat teori sebelumnya tentang hubungaan antara mendengkur dengan penyakit kardiovaskuler. Mendengkur sebenarnya gejala yang dapat dialami siapa saja pada berbagai tahap usia. Namun kebiasaan ini tercatat lebih banyak ditemukan pada sekitar 40 persen pria dewas adan 24 persen wanita dewasa.

Suara mendengkur adalah akibat terhalangnya aliran udara yang melalui saluran yang terletak di bagian belakang rongga mulut dan hidung. Pada saat otot di langit-langit dan uvula (bagian dari langit-langit yang membentang dari bagian atas hingga pangkal lidah) dalam keadaan rileks , mereka dapat bergetar yang menghasilkan suara yang saat pendengkur bernafas.

Selama bertahun-tahun , para ahli selalu mewaspadai akan adanya korelasi kuat antara mendengkur dengan berbagai jenis penyakit pembuluh darah (kardiovaskuler) seperti jantung atau stroke.

Riset yang dilakukan para ahli Hongaria ini memberi bukti yang memperkuat dugaan ini. Dalam risetnya, para ahli mewawancarai sekitar 12 ribu orang pasien untuk mengumpulkan data seputar kebiasaan mendengkur. Setelah dianalisa, terungkap bahwa ´pendengkur berat´ memiliki kecenderungan 34 persen lebih besar mengalami serangan jantung dan 67 persen risiko lebih besar mengalami stroke.

Peneliti mengatakan, kasus mendengkur dengan suara keras disertai nafas yang terhenti dapat digunakan untuk mengidentikasi risiko seseorang akan penyakit jantung dan stroke. Data menunjukkan bahwa pasien yang dengkurannya tidak nyaring justru tidak mengalami peningkatan risiko. Kabar baiknya lagi, khususnya bagi pria, kecenderungan untuk mendengkur juga menurun setelah mereka melewati usia 70 tahun.

Tips Menurunkan Kolesterol tanpa Obat

Obat penurun kolesterol menjadi tumpuan bagi sebagian orang yang malas menurunkan kolesterol dengan pendekatan konservatif seperti perubahan gaya hidup.

Menurut penelitian sekitar 25 persen orang dewasa berusia di atas 45 tahun mengonsumsi obat penurun kolesterol golongan statin. Padahal, obat antikolesterol memiliki sejumlah efek samping, terutama berpengaruh pada penurunan gairah seksual.

Dalam studi terbaru yang dimuat dalam Journal of the American Medical Association, dibuktikan bahwa perubahan pola makan saja sudah cukup efektif untuk menurunkan kolesterol, terutama jika Anda tidak memiliki faktor risiko penyakit jantung lainnya. Dalam penelitian ini para peneliti mengikuti 345 orang dengan nilai kolesterol tinggi. Mereka diminta menjalani dua bagian pola makan rendah kolesterol selama 6 bulan.

Pada bagian pertama pola makan yang harus dilakoni adalah rendah asam lemak jenuh. Para partisipan diminta mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah serta memilih susu rendah lemak.

Di kelompok kedua mereka diberi edukasi oleh ahli gizi untuk lebih mengonsumsi makanan penurun kolesterol seperti protein kedelai, kacang-kacangan, serta oat. Hasilnya, kelompok ini mengalami penurunan kolesterol tiga kali lebih tinggi dibandingkan kelompok yang menjalani pola makan rendah lemak jenuh. Meski begitu kedua kelompok ini berhasil menurunkan kolesterol seperti orang yang mengonsumsi obat antikolesterol.

Berikut ini terdapat beberapa cara Tips sehat untuk mengurangi kolesterol yang bisa diaplikasikan dalam pola makan sehari-hari secara teratur.

Sarapan
Untuk sarapan, kelompok pertama mengonsumsi sereal rendah lemak, sementara kelompok kedua mengonsumsi sereal oat dengan selai stroberi.

Camilan pagi
Untuk mengganjal rasa lapar menjelang makan siang, konsumsi buah-buahan segar seperti semangka, anggur, aprikot, atau pepaya. Boleh juga ditambah segenggam kacang almond atau susu kedelai. Bila bosan, campur semua bahan-bahan tadi lalu diblender menjadi smoothie.

Makan siang
Kedua kelompok mengonsumsi roti lapis yang terbuat dari roti serelia utuh. Sampurkan dengan daun selada, tomat, dan potongan tahu serta mentimun. Sebagai variasi, Anda boleh juga mengonsumsi pecel atau gado-gado tanpa nasi.

Camilan siang
Bawalah selalu buah-buahan segar, seperti pisang atau pepaya. Tambahkan oatmeal atau yogurt. Hindari cake dan kue kering lainnya.

Makan malam
Pilihan sehat untuk makan malam adalah pasta. Sumber protein yang disarankan adalah tahu, tempe, serta ikan.

Dengan meningkatkan taraf Pola makan yang secara teratur, hal ini dapat memberikan penurunan Kolestrol secara normal atau alamiah tanpa menggunakan obat yang kemungkinan akan terdapat beberapa efek samping dalam penggunaannya.

Pola Makan Teratur,Kolesterol Menurun..